Minggu, 22 November 2009

Kehidupan Kita


Jangan sekali-kali berkata kalau hidup ini bagaikan air yang mengalir, karena menurut saya kalimat itu hanyalah pegangan bagi orang-orang yang tidak mau berusaha. Hidup bagai air yang mengalir berarti kita membiarkan hidup kita hanyut terbawa arus yang akan membenturkan kita ke bebatuan dan ke tebing sungai serta akan bercampur dengan hal-hal yang bersifat “buangan” (sampah), itulah gambaran hidup bagai air yang mengalir. Kita akan membiarkan hidup kita masuk dalam masalah-masalah yang sebenarnya tidak kita inginkan dan masalah-masalah tersebut bukannya semakin hilang terselesaikan melainkan terus dan terus bertambah menjadi sesmakin rumit dan kompleks.
Jadikanlah kehidupan ini sebagai sebuah tempat persinggahan dan kita akan tinggal lama di tempat persinggahan tersebut, sebelum kita melanjutkan perjalanan yang amat sangat jauh.
Selama kita berada dalam persinggahan, kita haruslah berbuat baik kepada penduduk setempat agar kita bisa diterima di tengah-tengah mereka. Kita juga harus bisa menunjukkan perbuatan-perbuatan yang disukai oleh mereka. Kita bisa bergaul dengan mereka dengan cara yang baik untuk mendapatkan teman sebanyak-banyaknya, walaupun mencari teman itu lebih sulit dibandingkan mencari musuh. Kita juga harus menjaga diri kita agar tidak terjebak ke dalam masalah-masalah yang rumit. Jika kita mempunyai masalah segeralah selesaikan masalah itu, jangan sampai kita menjadi seorang pengecut yang lari dari masalah. Sebesar dan serumit apapun masalah yang kita hadapi, kita harus siap menghadapinya dan sebisa mungkin berusaha untuk segera menyelesaikannya.
Sebelum melanjutkan perjalanan tentu kita harus menyiapkan bekal yang cukup agar kita bisa sampai ke tempat tujuan kita. Bekal itu kita peroleh dengan cara kita menanam, seperti kata orang bijak “barang siapa yang menanam dia akan memetik hasilnya”, walaupun belum tentu setiap yang kita tanam akan berbuah seperti apa yang kita inginkan karena ada kemungkinan tanaman tersebut terserang oleh hama yang kebal terhadap racun. Begitu juga orang bijak yang mengatakan “berbuat baiklah pada orang lain niscaya orang lain akan berbuat baik pada kita”. Tapi berdasarkan pengalaman pribadi, hal itu tidak seutuhnya benar karena ada orang yang tetap berbuat tidak baik pada kita padahal kita sudah berbuat baik kepadanya alias kebaikan kita belum tentu dibalas dengan kebaikan.
Akan tetapi, sudah menjadi kewajiban kita untuk tetap berbuat baik kepada sesama apapun balasannya kepada kita. Pada hakekatnya kebaikan hakiki hanya akan mendapatkan balasan dari-Nya.
Maka bersiaplah untuk bergembira bagi orang-orang yang telah berbuat baik dan bagi orang-orang yang belum membalas kebaikan orang lain dengan kebaikan, balaslah segera kebaikan orang lain itu dengan kebaikan yang lebih baik.
(Author : Moh. Azan Fauzi) copy right © 2009
Mimpi ku

Di taman yang luas nan indah
Ku lihat wajah cantikmu atiku menyarankanku
Tuk hampiri dirimu
Kau lempar senyum manismu
Kala ku dekati dirimu
Kitapun duduk berdampingan
Bersandar di bawah teduh dedaunan
Canda tawa hiasi kita
Tak ada kesedihan terasa
Hanya bahagia yang ada
di hatiku kala itu
Ku dengar merdu kokokan ayam
Tak tahu dari mana datangnya
Hingga ku tersadar
Semua itu hanya dalam mimpiku
Ku buka kedua mata
ku tatap tajam jendela
Sang sury t'lah menyapa
Pertanda malam t'lah sirna
Ku selalu berharap
mimpiku itu jadi nyata
indah kan terasa
jika kita bisa bersama